MY ShoP

MY ShoP
Front Liner Gramedia Matos

Jumat, 18 Februari 2011

Bloggeroid

*bold* _italic_

posted from Bloggeroid

RANAH TIGA WARNA


Ranah 3 Warna, buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara sudah beredar pada tanggal 23 Januari 2011 di seluruh toko buku di Indonesia. Buku juga bisa dipesan (preorder) secara online di www.gramediashop dan www.gramedia.com.

Sinopsis:
Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?
Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.
Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?
Kemana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Ksatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?
Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa. Tuhan bersama orang yang sabar.

Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Ditulis oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan TEMPO dan VOA, penerima 8 beasiswa luar negeri dan penyuka fotografi. Pernah tinggal di Kanada, Singapura, Amerika Serikat dan Inggris. Alumni Pondok Modern Gontor, HI Unpad, George Washington University dan Royal Holloway, University of London ini meniatkan sebagian royalti trilogi ini untuk membangun Komunitas Menara, sebuah yayasan sosial untuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu, yang berbasiskan sukarelawan.

Penghargaan untuk Negeri 5 Menara: Nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010, Penulis dan Fiksi Terfavorit, Anugerah Pembaca Indonesia 2010

I 'AM NUMBER FOUR

I Am Number Four (2011)

Genre : Science Fiction/Fantasy, Action, Adaptation
Produser : Michael Bay, Steven Spielberg, Chris Bender, J.C. Spink, David Valdes
Sutradara : D.J. Caruso
Penulis Naskah : Al Gough dan Miles Millar
Pemain (cast) : Alex Pettyfer, Timothy Olyphant, Dianna Agron, Kevin Durand, Teresa Palmer, Callan McAuliffe
Plot Summary : I Am Number Four berkisah tentang 9 alien remaja yang melarikan diri sesaat setelah planet mereka, Lorien dihancurkan oleh spesies lain saingan mereka. Salah satu alien tersebut bernama Number Four (Alex Pettyfer) kemudian bersembunyi di bumi dan menyamar sebagai remaja SMU di Paradise, Ohio.
Nomor satu, nomor dua, dan nomor tiga telah mati. Kini giliran nomor empat. John Smith (Alex Pettyfer) adalah yang nomor empat. Ia harus bersembunyi dari mereka yang sudah mengincar nyawanya. Namun saat John menemukan cinta, ia merasa tak takut lagi. Ia harus melawan. John Smith tak mau lagi hidup dalam pelarian. Kalaupun harus mati, John sudah siap.

Alkisah, ada sembilan bayi dari planet lain yang melarikan diri dan terdampar di bumi. Sembilan bayi ini selalu dikawal oleh pengawal mereka sampai mereka semua dewasa. Saat itu, sembilan bayi ini akan memiliki kekuatan super dan tak bisa dikalahkan. Sampai saat itu tiba, adalah tugas sang pengawal untuk menyelamatkan bayi-bayi ini. Bayi-bayi ini hanya bisa dibunuh sesuai urutan mereka.

Bayi nomor empat yang kemudian mengambil identitas sebagai John Smith ini pun selalu hidup dalam pelarian, ditemani Henri (Timothy Olyphant), pengawalnya. Suatu ketika, John sampai di sebuah kota bernama Paradise. Tak disangka, kota ini pula yang memperkenalkan John Smith pada Sarah Harte (Dianna Agron). Saat cinta mulai tumbuh di hati John, makhluk dari planet asing ini pun yakin kalau ia tak mau lagi hidup dalam pelarian. Bagaimana nasib si nomor empat ini?